Kitab kuning merupakan literatur pembelajaran yang menjadi khas
pesantren, akan tetapi dalam mempelajari literatur tersebut membutuhkan
pemahaman dari gramatika Arabnya. Metode al-Miftah Lil Ulum dapat
mengantarkan para santri yang baru mengenal dunia pesantren untuk dapat
lebih cepat dalam memahami kaidah-kaidah nahwu dengan mudah. Artikel
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskritif dengan
pendekatan studi kasus. Kesimpulan penelitian ini membutuhkan banyak
persiapan. Karenanya membutuhkan strategi untuk mencapai tujuan
dimaksud. Untuk mencapai impact yang diharapkan berkenaan dengan
pemahaman gramatika bahasa Arab, dibutuhkan persiapan-persiapan teknis
dalam proses pembelajaran, antara lain guru harus diberikan pembinaan
sebelum proses KBM, dan bagi santri diberikan tes dan pembinaan belajar
tulisan pego arab. Beriutnya, dalam proses pelaksanaannya yang
menggunakan sistem modul 4 jilid al-Miftah, para santri diwajibkan untuk
menghafal nadzam yang ada dalam al-Miftah. Dari hasil implementasi yang
dilakukan, dalam waktu yang relatif singkat santri dapat membaca kitab
gundulan (tanpa harakat dan tanpa makna) beserta dengan tarkib (susunan) serta dalilnya (dasar-dasarnya).
Choirul Mala Muzaky
Madrasah Aliyah Syekh Tambuh Pasirian Lumajang, Indonesia
Nurhafid Ishari
Ishari Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia